GILA! Utang Pinjol Penduduk RI di Luar Nalar! Tembus Rp87,61 Triliun, Naik Tajam dalam Setahun

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM — Utang pinjaman online (pinjol) masyarakat Indonesia makin menggunung! Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan total outstanding pinjol per Agustus 2025 menembus Rp 87,61 triliun, naik tajam 21,62% secara tahunan (YoY) dibandingkan periode sebelumnya yang berada di kisaran Rp 71,99 triliun.

Jumlah ini juga meningkat dari posisi Juli 2025 yang hanya Rp 84,66 triliun, menandakan tren ketergantungan masyarakat terhadap layanan Peer to Peer (P2P) Lending kian tak terbendung.

# Baca Juga :TOYOTA BERI TAMPARAN HALUS: “Ribut-ribut Etanol 3,5%, di Luar Negeri Sudah 85–100%!”

# Baca Juga :GAWAT! 75 Siswa di Banjar Diduga Keracunan Menu MBG: Nasi Kuning & Ayam Suwir Jadi Sorotan, Bupati Langsung Turun Tangan!

# Baca Juga :HASIL KUALIFIKASI PIALA ASIA 2027: Vietnam, Thailand dan Malaysia Bersaing, Tim Asean Menggila!

# Baca Juga :KISAH INSPIRATIF DI BALIK HADIAH NOBEL KIMIA 2025: Ilmuwan Eks Pengungsi Palestina Raih Penghargaan Tertinggi

“Outstanding pembiayaan pada Agustus 2025 tumbuh 21,62% year on year dengan nominal sebesar Rp 87,61 triliun,” ujar Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Modal Ventura, dan Lembaga Keuangan Mikro (PVML) OJK, dalam konferensi pers hasil RDKB September 2025, Kamis (9/10/2025).

Meski nilainya membengkak, OJK memastikan kondisi industri pinjol masih terkendali.
Tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) — alias rasio kredit macet pinjol — tercatat di angka 2,60%, yang masih dianggap aman.

Artinya, dari setiap Rp 100 pinjaman, sekitar Rp 2,6 di antaranya berpotensi macet.
Namun, angka ini tetap menjadi alarm waspada bagi regulator karena terus meningkatnya volume pinjaman bisa memicu risiko baru di sektor keuangan digital.

SEKTOR PEMBIAYAAN TUMBUH

Tak hanya pinjol, sektor pembiayaan konvensional dan modal ventura juga ikut tumbuh.
Total piutang perusahaan pembiayaan pada Agustus 2025 mencapai Rp 505,59 triliun, naik 1,26% YoY.
Pertumbuhan itu terutama disokong oleh pembiayaan modal kerja, yang naik 7,92% YoY.

Risiko kredit pun masih dalam batas aman:

Rasio NPF gross: 2,51%

NPF net: 0,85%

Gearing ratio: 2,17 kali (jauh di bawah batas maksimum 10 kali)

Sementara modal ventura juga ikut mencatatkan pertumbuhan kecil sebesar 0,90% YoY, dengan nilai pembiayaan mencapai Rp 16,33 triliun.

TREND PINJOL
Lonjakan utang pinjol menunjukkan dua sisi mata uang.
Di satu sisi, pinjol menjadi penolong cepat bagi masyarakat yang butuh dana darurat.
Namun di sisi lain, peningkatan tajam utang daring juga mencerminkan tingginya tekanan ekonomi masyarakat dan minimnya literasi keuangan digital.