BANJARBARU, Kalimantanlive.com – Menyusul kasus keracunan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Kabupaten Banjar, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin meminta agar seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lebih memperhatikan kebersihan serta kualitas makanan yang disajikan kepada masyarakat.
“Keracunan MBG ini bisa disebabkan banyak hal. Tapi yang jelas, penyedia harus memastikan kebersihan tempat dan alat makan, terutama di lokasi penyajian. Ini harus jadi perhatian bersama,” ujar H. Muhidin di Banjarbaru, Jumat (10/10/2025).
BACA JUGA: Gubernur Kalsel Apresiasi ULM Jadi Tuan Rumah MTQ Mahasiswa Nasional XVIII 2025
Ia menambahkan, pihak Polda Kalsel juga telah memberikan arahan agar para penyedia makanan menggunakan bahan pembersih sesuai standar yang dianjurkan. Langkah ini penting untuk mencegah kasus serupa terjadi kembali.
“Masalah bisa muncul dari berbagai faktor, seperti makanan yang dibuat terlalu pagi atau alat masak yang tidak bersih. Jadi semua aspek harus diperhatikan,” katanya.
Terkait tindak lanjut, Gubernur Muhidin menyebut pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat. Ia menilai, kasus keracunan program MBG bukan hanya terjadi di Kalimantan Selatan, tetapi juga di sejumlah daerah lain di Indonesia.
“Kita menunggu langkah dari pusat. Kalau ada instruksi, apalagi jika kasus ini terus berulang, kita akan pertimbangkan penutupan sementara,” ungkapnya.








