Potongan Tubuh Santri Ponpes Al Khoziny Akhirnya Teridentifikasi, bu Korban Alami Syok Berat

BANGKALAN, KALIMANTANLIVE.COM — Duka mendalam masih menyelimuti keluarga korban ambruknya mushala Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo. Setelah beberapa hari pencarian, salah satu potongan tubuh korban akhirnya berhasil diidentifikasi sebagai milik Mochamad Haikal Ridwan (14), santri asal Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan.

Identifikasi dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim dan hasilnya diterima pada Rabu (8/10/2025). Potongan tubuh tersebut kemudian dibawa pulang dan dimakamkan pihak keluarga pada Kamis pagi (9/10/2025) di Bangkalan.

# Baca Juga :UPDATE TRAGEDI Runtuhnya Mushala Ponpes Al Khoziny Tewaskan 65 Santri Polda Jatim Pastikan Usut Tuntas!

# Baca Juga :HARU SEKALIGUS PILU! Rafi Ditemukan Wafat Dalam Sujud Sambil Peluk Teman yang Diselamatkan di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny

# Baca Juga :UPDATE Tragedi Ponpes Al Khoziny: 53 Santri Tewas, 5 Bagian Tubuh Ditemukan, Tim SAR Masih Cari 13 Korban Hilang

# Baca Juga :Evakuasi Santri Al Khoziny: Tim SAR Merayap 3 Jam di Bawah Reruntuhan

Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan, M. Zainul Qomar, membenarkan kabar tersebut.

“Benar, satu potongan tubuh berhasil diidentifikasi sebagai korban asal Kecamatan Labang,” ujar Qomar, Sabtu (11/10/2025).

Namun, proses pengembalian jenazah ternyata meninggalkan luka batin baru bagi keluarga. Qomar menuturkan bahwa saat jenazah Haikal dipulangkan, pihak keluarga tidak mengetahui bahwa yang dikirim adalah potongan tubuh.

“Jenazah sudah berada dalam peti ketika diterima. Kami baru tahu setelah ada rilis resmi dari DVI Polda Jatim,” jelasnya.

Kabar itu sontak membuat ayah dan ibu korban terpukul. Sang ibu bahkan dikabarkan mengalami syok berat setelah mengetahui potongan tubuh anaknya baru saja diidentifikasi.

“Keluarga sangat terkejut. Awalnya mereka mengira jenazah Haikal sudah utuh, ternyata masih ada bagian tubuh lain yang baru ditemukan,” ungkap Qomar.

Menurut hasil identifikasi DVI, potongan tubuh bagian bawah tersebut terkonfirmasi lewat pemeriksaan DNA terhadap jenazah dengan nomor PM 030, yang sebelumnya telah dikenali sebagai Mochamad Haikal Ridwan.

Usai menerima hasil tersebut, keluarga meminta agar proses pemulangan dilakukan tanpa iring-iringan dan tanpa pengawalan petugas demi menjaga ketenangan suasana di rumah duka.

“Ibu korban masih sangat syok, jadi keluarga meminta agar ambulans datang tanpa rombongan besar,” kata Qomar.

News Feed