JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Nama Patrick Kluivert kini tengah jadi bahan perbincangan panas di dunia sepak bola Tanah Air. Bukan karena prestasi gemilang, tapi lantaran gagal membawa Timnas Indonesia mendekati Piala Dunia 2026, meski bergaji selangit!
Pelatih asal Belanda itu resmi didapuk menggantikan Shin Tae Yong pada 12 Januari 2025, dengan ekspektasi tinggi dari publik dan federasi. Namun hasil di lapangan justru membuat banyak pihak mempertanyakan: Apakah gajinya sebanding dengan performanya?
# Baca Juga :Beckham Putra Panaskan Duel Indonesia vs China: Siap Ukir Debut dan Buktikan Diri ke Patrick Kluivert!
# Baca Juga :Jelang Duel Panas Lawan China, Patrick Kluivert Pastikan Timnas Indonesia Tampil Percaya Diri di GBK!
# Baca Juga :Asnawi Mangkualam ‘Turun Gunung’ ke SSB Makassar, Masih Dinanti Panggilan Patrick Kluivert ke Timnas!
Gaji Selangit: Rp1,3 – Rp1,5 Miliar per Bulan!
Patrick Kluivert menerima gaji fantastis antara Rp1,3 hingga Rp1,5 miliar per bulan, atau setara Rp18 miliar per tahun.
Dengan kontrak berdurasi dua tahun, total bayaran Kluivert mencapai Rp36 miliar!
Bayaran itu menempatkannya sebagai pelatih termahal dalam sejarah Timnas Indonesia. Bahkan, nilainya jauh di atas rata-rata gaji pelatih ASEAN lainnya.
Tak berhenti di situ — rumor lain menyebutkan gaji eks penyerang Barcelona itu bisa tembus Rp2,3 miliar per bulan.
Spekulasi ini muncul setelah FIFA menjatuhkan sanksi larangan transfer kepada klub Turki, Adana Demirspor, karena belum melunasi utang kepada Kluivert senilai 142 ribu euro (sekitar Rp2,3 miliar).
Kabar tersebut membuat publik bertanya-tanya: apakah PSSI memberikan kompensasi lebih besar untuk menutup “lubang” finansial Kluivert akibat kasus di klub lamanya?
Patrick Kluivert bukan sosok asing di dunia sepak bola. Ia merupakan legenda Belanda yang pernah memperkuat Ajax Amsterdam, AC Milan, Barcelona, dan Newcastle United, serta mencetak 40 gol untuk timnas negaranya.
Namun karier kepelatihannya belum secerah masa bermainnya. Sebelum menangani Indonesia, ia sempat membesut Timnas Curacao dan menjadi asisten pelatih di beberapa klub Eropa.
Sayangnya, performanya di Garuda Squad sejauh ini justru menuai kritik tajam. Banyak yang menilai gaya permainan Indonesia di bawah Kluivert belum menunjukkan identitas yang jelas.
Posisi di Ujung Tanduk
Dengan gaji miliaran per bulan dan hasil yang belum memuaskan, tekanan publik kepada Kluivert makin kuat.
Beberapa pengamat bahkan menilai PSSI bisa saja meninjau ulang kontraknya lebih cepat jika performa Timnas tak segera membaik.










