GILA! Rp17 Miliar Dana Royalti Musik Hilang Misterius di LMKN, Musisi Indonesia Meradang!

KALIMANTANLIVE.COM — Dunia musik Tanah Air kembali diterpa badai besar! Dana royalti para musisi Indonesia yang seharusnya jadi hak mereka, kini tengah disorot tajam setelah muncul dugaan salah kelola senilai Rp17 miliar di tubuh Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN).

Komisioner LMKN Ahmad Ali Fahmi membongkar temuan mengejutkan itu dalam Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2025 di The Sultan Hotel & Residence, Jakarta Pusat.

# Baca Juga :Motif Ammar Zoni Edarkan Narkoba di Rutan Bikin Publik Gagal Paham, Aset Masih Banyak, Kok Nekat?

# Baca Juga :FANTASTIS! Gaji Patrick Kluivert di Timnas Indonesia Rp18 Miliar Setahun, Tapi Gagal

# Baca Juga :Penembakan Massal Guncang Restoran AS! 4 Tewas, 20 Luka Parah di Tengah Malam Mencekam!

# Baca Juga :Prajurit TNI di Gowa Tewas Misterius di Kamar Mandi Barak, Diduga Jadi Korban Penganiayaan Brutal!

“Waktu 8–25 Agustus kami menemukan fakta ada pengelolaan dana yang kurang pas,” ujar Fahmi, Jumat (10/10/2025).

Lebih mengejutkan lagi, Fahmi baru beberapa minggu menjabat sebagai Komisioner LMKN periode 2025–2028 ketika temuan ini mencuat.
“Dari transfer keluar hampir Rp17 miliar, kami berhasil menarik kembali sekitar Rp13 miliar ke LMKN,” ungkapnya.

Namun, Fahmi tak menjelaskan ke mana aliran dana itu sempat mengalir. Ia hanya menyebut bahwa pendistribusian dilakukan tanpa memperhatikan aspek formalitas — membuat publik bertanya-tanya: apakah ada yang bermain di balik layar?

Musisi Gelisah, Ke Mana Uang Mereka?

Temuan ini langsung mengguncang industri musik Indonesia. Banyak musisi mempertanyakan ke mana sebenarnya dana royalti mereka disalurkan selama ini.
Apakah benar-benar sampai ke tangan pencipta lagu dan penyanyi, atau justru nyangkut di tengah jalan?

LMKN memastikan saat ini dana tersebut masih “parkir” sementara di lembaga mereka hingga proses administrasi dan verifikasi data selesai.
“Belum ada LMK yang komplain tentang itu. Kami berhati-hati agar distribusi dilakukan transparan,” jelas Fahmi.