Washington menargetkan penerapan tarif tambahan itu mulai 1 November 2025, atau lebih cepat jika Beijing tidak mengubah kebijakan ekspornya.
Trump bahkan menyatakan tidak melihat alasan untuk melanjutkan rencana pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di sela KTT APEC di Korea Selatan.
Menurut Lukman, ketegangan perdagangan ini dapat menekan kinerja ekonomi Asia yang bergantung pada permintaan dari China.
BACA JUGA: Kemenkeu Pastikan Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung Tak Bebani APBN
“Menurut saya, kebijakan Trump ini justru menjadi kemunduran bagi perekonomian global,” katanya.
Pada pembukaan perdagangan Senin, rupiah melemah 20 poin (0,12 persen) ke posisi Rp16.590 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.570.
Sumber: Antaranews










