Kalimantanlive.com – Nilai tukar rupiah melemah pada awal pekan ini akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap eskalasi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah terjadi karena sentimen negatif dari rencana Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan menambah tarif hingga 100 persen terhadap produk asal China.
BACA JUGA: Harga BBM Pertamina, Shell, bp, dan Vivo Tetap Stabil di Pekan Ketiga Oktober
“Dolar indeks memang turun cukup besar, tetapi mata uang yang sensitif terhadap ekonomi China seperti rupiah dan mata uang emerging market lainnya justru berpotensi tertekan,” ujar Lukman di Jakarta, Senin (13/10).
Trump menyampaikan ancaman tarif baru setelah Beijing mengumumkan pembatasan ekspor mineral tanah jarang.
Kebijakan tersebut akan memperluas kontrol ekspor China terhadap teknologi penambangan, pemrosesan, dan produksi material magnetik strategis.







