KALIMANTANLIVE.COM – Dunia medis kembali mencetak sejarah! Tiga pasien dari tiga negara berbeda berhasil menerima transplantasi organ babi hasil rekayasa genetika, membuka babak baru dalam upaya menyelamatkan nyawa manusia melalui teknologi xenotransplantasi — proses pemindahan organ dari hewan ke manusia.
Langkah ini disebut sebagai harapan baru bagi ribuan pasien gagal organ di seluruh dunia, di tengah keterbatasan donor manusia yang terus menjadi masalah global.
# Baca Juga :Kluivert Akui Gagal Antar Indonesia ke Piala Dunia, Publik Tagih Tanggung Jawab PSSI!
# Baca Juga :Norwegia Terancam Sanksi FIFA Usai Bantai Israel 5-0. Stadion Bergejolak dengan Seruan “Free Palestine”!
# Baca Juga :PPG Guru Tertentu Periode 4 Tahun 2025 Resmi Dibuka, Cek Syarat Lengkap dan Tahapan Seleksinya di Sini!
# Baca Juga :5 Juta Buruh Siap Turun ke Jalan: KSPI Ultimatum Pemerintah, Tuntut Kenaikan Upah 10,5%!
1. Pria 71 Tahun di China Bertahan 171 Hari dengan Hati Babi
Kasus paling baru datang dari China, di mana seorang pria berusia 71 tahun sukses menjalani transplantasi hati babi. Prosedur revolusioner ini membuat pasien tersebut bertahan hidup hingga 171 hari, termasuk 38 hari dengan organ babi masih aktif di tubuhnya.
Operasi tersebut dilakukan di Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Kedokteran Anhui, dan menjadi transplantasi hati babi pertama di dunia yang dipublikasikan dalam jurnal medis internasional.
“Selama ini orang mengira hati terlalu rumit untuk ditransplantasi, tapi kami telah membuktikan sebaliknya,” ujar Dr. Beicheng Sun, presiden rumah sakit tersebut.
Pasien itu awalnya menderita sirosis akibat hepatitis B serta tumor hati besar. Setelah organ babi dicabut di hari ke-38, hatinya tetap berfungsi baik hingga akhirnya ia meninggal dunia di hari ke-171 akibat perdarahan saluran cerna.
2. Pasien AS Terima Ginjal Babi, Jadi Simbol Harapan Dunia
Tahun lalu, dunia juga dibuat takjub ketika Richard Slayman (62) dari Amerika Serikat menjadi orang pertama yang menerima transplantasi ginjal babi termodifikasi genetik.
Slayman, penderita gagal ginjal stadium akhir, sempat hidup dengan ginjal babi selama dua bulan sebelum akhirnya meninggal karena komplikasi lain yang tidak terkait dengan transplantasi.
Rumah Sakit Umum Massachusetts, tempat operasi dilakukan, menyebut Slayman sebagai “mercusuar harapan bagi pasien di seluruh dunia.”
“Rick melakukan ini untuk memberikan harapan bagi ribuan orang yang membutuhkan transplantasi agar tetap hidup. Ia berhasil mewujudkannya,” tulis pernyataan resmi rumah sakit.









