SAMPIT,Kalimantanlive.com – Kerusakan sarana dan prasana umum khususnya untuk mendukung proses belajar mengajar di sekolah di Kecamatan Seranau sering dikeluhkan warga setempat.
Kecamatan Seranau yang posisinya diseberang Sungai Mentaya ini pembangunannya masih jauh dari yang diharapkan, meskipun lokasinya sangat dekat dengan Kota Sampit.
Bukan hanya itu, Kecamatan Seranau ini disebut-sebut merupakan awal keberadaan warga Kotim, karena lokasinya berada di bantaran Sungai Mentaya.
Namun sayangnya pembangunan di Kecamatan Seranau ini masih jauh dari yang diharapkan, sehingga kecamatan ini masih jauh tertinggal dari kecamatan lainnya yang ada di Kotim.
Masih banyaknya jalan dan bangunan sarana pendidikan di Kecamatan Seranau yang belum layak menjadi sorotan kalangan Anggota DPRD Kotim, Dadang Siswanto, akhir pekan tadi.
Dadang mengungkapkan, hingga saat ini kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Kecamatan Seranau masih jauh dari yang diharapkan.
Ini, karena masih banyak sekolah rusak demikian juga dengan jalan atau infrastruktur akses menuju sekolah masih banyak yang rusak dan belum diperbaiki.
Baca Juga :Kades Terjerat Kasus Korupsi Dana Desa, Ketua DPRD Kotim Sebut Minim Kesadaran dan Tanggung Jawab
Namun begitu, sebut Dadang, dia salut dengan warga dan tenaga pendidik di Seranau yang tetap bersemangat untuk menjalankan tugasnya untuk mendidik anak bangsa.
Ini katab dia, meski di tengah keterbatasan sarana dan prasarana, para guru di Kecamatan Seranau yang memprihatinkan, mereka tetap berjuang memberikan hak belajar bagi anak didiknya.
Sebab itu, Dadang berhaqrap agar Pemkab Kotim segera memperbaiki akses jalan menuju sekolah yang rusak termasuk, bangunan rusak, dan fasilitas belajar lainnya di Seranau.










