SAMPIT, Kalimantanlive.com – Memasuki musim penghujan yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir menyebabkan terjadinya genangan air yang cukup mengganggu.
Genangan air dampak hujan lebat tersebut terlihat di sejumlah jalan protokol yang ada di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
Tidak hanya menggenangi jalan umum saja, jika curah hujan yang turun tinggi genangan air bahkan sudah masuk ke dalam rumah warga terutama di dataran rendah.
Kondisi tersebut banyak dikeluhkan warga karena kondisi genangan air akibat drainase buruk tersebut bukan hanya menggenangi jalan umum di Sampit, tetapi juga masuk ke dalam rumah warga.
Ini juga jadi sorotan Anggota DPRD Kotim, M Kurniawan Anwar saat turun langsung menyerap aspirasi warga di lapangan banyak mendapat keluhan masyarakat terkait genanga air dampak drainase buruk tersebut.
Dia menyebutkan, kondisi tersebut sudah sangat memprihatinkan dan harus jadi prioritas utama pemerintah daerah dalam penanggulangannya ke depan.
“Genangan air di jalan-jalan utama bukan lagi insiden musiman. Ini bukti nyata lemahnya perencanaan dan perawatan drainase kota,” kata Kurniawan, Selasa (14/10/2025).
Ia menegaskan, perbaikan drainase tidak boleh sekadar tambal sulam agar perbaikannya dilakukan secara komperhanship dan optimal dilakukan.
“Pemerintah harus melakukan audit total sistem saluran air dalam kota, termasuk normalisasi parit dan pembuatan jalur pembuangan baru di titik padat pemukiman,’ ujarnya,
Kurniawan menilai, persoalan tersebut menunjukkan bahwa penataan kota Sampit tidak berjalan konsisten dan minim pengawasan lapangan.
“Keluhan warga soal ini hampir setiap tahun muncul sehingga harus ditanggulangi secara serius oleh instansi terkait,” ujarnya.










