JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Kabar menggembirakan datang dari sektor pangan nasional! Pemerintah Indonesia menegaskan impor gula konsumsi akan dihentikan mulai tahun depan (2026). Langkah bersejarah ini menjadi bukti nyata bahwa negeri ini tengah berada di jalur swasembada pangan.
“Tahun Depan Kita Tak Impor Gula Lagi!” – Menteri Amran Tegaskan Target Besar
# Baca Juga :Norwegia Terancam Sanksi FIFA Usai Bantai Israel 5-0. Stadion Bergejolak dengan Seruan “Free Palestine”!
# Baca Juga :PPG Guru Tertentu Periode 4 Tahun 2025 Resmi Dibuka, Cek Syarat Lengkap dan Tahapan Seleksinya di Sini!
# Baca Juga :5 Juta Buruh Siap Turun ke Jalan: KSPI Ultimatum Pemerintah, Tuntut Kenaikan Upah 10,5%!
# Baca Juga :3 Pasien Dunia Sukses Terima Donor Organ Babi, Dari Hati, Ginjal, hingga Jantung!
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, produksi white sugar (gula kristal putih) di berbagai daerah kini melonjak signifikan.
“Insyaallah tahun depan sudah tidak impor white sugar lagi. Target berikutnya adalah raw sugar, tapi yang terpenting, konsumsi masyarakat tak lagi tergantung impor,” ujar Amran penuh optimisme di Kantor Bapanas, Jakarta Selatan, Senin (13/10/2025).
Pemerintah kini menggenjot produksi gula di berbagai wilayah strategis — mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Sulawesi hingga Sumatera — agar Indonesia benar-benar mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya.
Produksi Gula Nasional Tertinggi Dalam Beberapa Tahun
Target besar ini bukan tanpa dasar. Amran mengungkapkan, produksi gula nasional diperkirakan menembus 2,9 juta ton pada tahun 2025, tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
“Kita optimistis swasembada gula segera tercapai. White sugar kita sudah hampir mencukupi kebutuhan dalam negeri. Artinya, kita sedang menuju kemandirian pangan, bukan hanya untuk konsumsi, tapi juga untuk industri,” ungkapnya dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Tebu di Surabaya, Juni lalu.
Sebagai perbandingan, produksi gula:
Tahun 2023: 2,27 juta ton
Tahun 2024: 2,46 juta ton (naik 8,57%)
Tahun 2025 (proyeksi): 2,9 juta ton
Lonjakan produksi ini menunjukkan tren positif dan kepercayaan diri pemerintah bahwa Indonesia mampu mengakhiri ketergantungan pada impor gula konsumsi.







