Kalimantanlive.com – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan kesiapannya untuk berperan dalam proses pelucutan senjata kelompok Hamas serta pengawasan gencatan senjata di Jalur Gaza.
“Perdana Menteri mengatakan Inggris siap memainkan peran kepemimpinan dalam pelucutan senjata Hamas, mendukung rekonstruksi Gaza, dan berpartisipasi dalam misi pemantauan gencatan senjata,” demikian pernyataan resmi kantor Starmer usai pembicaraan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Senin (13/10).
BACA JUGA: Setahun Kepemimpinan, Prabowo Aktif Tonjolkan Peran Indonesia di Panggung Dunia
Pernyataan itu muncul setelah Amerika Serikat mengumumkan dimulainya tahap pertama rencana perdamaian antara Israel dan Hamas.
Kesepakatan yang diumumkan Presiden AS Donald Trump pada 9 Oktober itu mencakup pembebasan sandera Israel oleh Hamas, penarikan pasukan Israel dari sejumlah wilayah di Gaza, serta pembebasan ratusan tahanan Palestina.
Rencana perdamaian tersebut, yang disusun berdasarkan 20 butir kesepakatan, menekankan gencatan senjata segera dalam 72 jam dan pembentukan otoritas teknokratis di Gaza di bawah pengawasan internasional, tanpa keterlibatan langsung kelompok Hamas.










