Menurutnya, proyeksi Bank Dunia yang memperkirakan pertumbuhan hanya 4,8 persen belum sepenuhnya mencerminkan tren pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung.
Ia menambahkan, kebijakan pemerintah menempatkan dana Rp200 triliun ke bank-bank Himbara sejak pertengahan September telah membantu menjaga likuiditas, menurunkan suku bunga, dan mendorong penyaluran kredit produktif, termasuk sektor perumahan dan UMKM.
BACA JUGA: Rupiah Melemah Imbas Kekhawatiran Eskalasi Perang Dagang AS–China
Salah satu indikator perbaikan ekonomi terlihat dari peningkatan konsumsi rumah tangga yang mencapai 75,1 persen pada September 2025, naik dari 74,8 persen pada bulan sebelumnya.
Dengan kondisi tersebut, Purbaya menilai permintaan terhadap hunian berpotensi tumbuh lebih kuat menjelang akhir tahun.
Sumber: Antaranews







