Gathering Bank Kalsel bersama media yang berlangsung di Bali, 15-17 Oktober 2025 ini mengusung tema “Media sebagai Katalis Demokrasi: Penangkal Disinformasi dan Penjaga Transparansi”, sekaligus menjadi ajang penguatan sinergi antara dunia media dan lembaga perbankan daerah.
Mitra Damayanti menegaskan, di tengah masyarakat yang semakin kritis terhadap informasi, peran media menjadi kian penting sebagai penjaga literasi publik.
BACA JUGA: Dukung Pendidikan Qur’ani, UPZ Bank Kalsel Berikan Santunan untuk 15 Ustadz dan Ustadzah TPQ
“Kami berharap insan pers terus menjadi bagian dari upaya peningkatan literasi keuangan, mendukung CSR, serta bersama membangun bank yang tumbuh sehat dan bersaing sesuai tema kegiatan ini,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Perencanaan Kinerja Bank Kalsel Dedy Setiawan memaparkan kinerja keuangan triwulan III tahun 2025. Ia menyebutkan, aset Bank Kalsel tumbuh di atas rata-rata perbankan nasional, menandakan performa yang solid di tengah dinamika ekonomi nasional.
“Aset kami mencatat pertumbuhan tertinggi dibanding rata-rata perbankan di Indonesia. Hal ini menjadi bukti bahwa Bank Kalsel mampu menjaga momentum positif,” jelas Dedy.
Ia juga menambahkan bahwa Bank Kalsel kini membidik ekspansi ke Kalimantan Tengah, terutama di daerah yang belum memiliki layanan BPD berbasis syariah.
“Kami akan memulai dengan membuka cabang di Kabupaten Kapuas. Ini menjadi langkah awal memperluas layanan syariah dan memperkuat posisi Bank Kalsel di kawasan Kalimantan,” ujarnya.







