Matangkan Persiapan SDM dan IT Jadi Bank Devisa 2025, Bank Kalsel Targetkan Layani Transaksi Ekspor Impor

BALI, Kalimantanlive.com– Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) terus mematangkan sasaran besar di Tahun 2025, yakni menjadi Bank Devisi. Bank kebanggaan masyarakat Banua ini menargetkan sudah bisa menyandang status sebagai bank devisa di triwulan IV 2025.

Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin diwakili Direktur Kepatuhan Bank Kalsel, Mitra Damayanti mengatakan, aspek perizinan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk Bank Kalsel sebagai bank devisa sudah dikantongi. Sedangkan perizinan dari Bank Indonesia masih diproses.

“Jika target itu tercapai, lanjut dia, Bank Kalsel bisa mulai melayani transaksi yang melibatkan mata uang asing,” ujarnya, pada Acara Media Gathering Bank Kalsel, kamis (16/10/2025) di Bali..

BACA JUGA: Bank Kalsel Catat Modal Dasar Tertinggi Rp 3,8 Triliun, Aset Tumbuh di Atas Rata-rata Nasional

Secara umum, bank devisa bisa melayani jual beli valuta asing, inkaso atau penagihan piutang pihak ketiga, pembayaran letter of credit (L/C) hingga transfer ke luar negeri.

Namun menyesuaikan aktivitas perekonomian di Kalsel, Bank Kalsel membidik aktivitas transaksi ekspor-impor yang kerap melibatkan mata uang asing.

Aktivitas ekspor-impor sumber daya alam yakni batubara dan produk turunan kelapa sawit jadi penggerak utama perekonomian di Banua.

Mitra menyebutkan proses menuju Bank Devisa terus dilakukan pemantapan dan pematangan aspek teknologi informasi dan sumber daya manusia (SDM) untuk bidang tersebut juga dilakukan.

“Dalam hal ini, aspek IT dan SDM juga sangat penting. Target kami di triwulan IV 2025 mudah-mudahan bisa tercapai,” jelasnya.