Kusnaeni menilai, secara permainan pun Kluivert tidak mampu membawa perubahan signifikan bagi timnas.
“Permainan tim masih bermasalah di hal yang sama — kurang tajam, kurang kreatif, dan sering melakukan kesalahan sendiri,” tuturnya.
Eksperimen taktik yang dilakukan Kluivert juga dinilai tidak membuahkan hasil.
BACA JUGA: Maroko U-20 Ulangi Prestasi 2005, Melaju ke Empat Besar Piala Dunia
Pergantian formasi dari 3-4-3 ke 4-2-3-1 dan rotasi pemain yang mengejutkan justru menimbulkan ketidakkonsistenan di lapangan.
Menurut Kusnaeni, minimnya pemahaman Kluivert terhadap karakter sepak bola Indonesia turut memengaruhi keputusannya.







