JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan dunia usai tampil percaya diri di hadapan Chairman & Editor in Chief Forbes, Malcolm Stevenson Jr. (Steve Forbes) dalam acara Forbes Global CEO Conference di Jakarta, Rabu (15/10/2025).
Dalam forum bergengsi tersebut, Prabowo membanggakan kinerja ekonomi Indonesia yang berhasil tumbuh 5 persen per tahun, jauh di atas banyak negara lain yang hanya mencatat pertumbuhan 1–2 persen, bahkan ada yang tidak tumbuh sama sekali.
# Baca Juga :Terungkap! Ini Dua Sosok ‘S’ yang Disebut Penguasa Timnas Indonesia, Bukan Sumardji?
# Baca Juga :BREAKING NEWS! Prabowo Perintahkan BPJS Hapus Tunggakan Iuran JKN Rp7,6 Triliun!
# Baca Juga :JELANG BIG MATCH! Luke Shaw Tantang Anfield: Bruno Fernandes Siap Tuntaskan Dendam Penalti!
# Baca Juga :SUPER BIG MATCH! Persebaya vs Persija Panaskan Pekan ke-9 Super League 2025–2026! Siapa yang Akan Berjaya?
“Sekarang kami tumbuh 5 persen per tahun. Banyak negara lain bahkan tidak tumbuh sama sekali,” tegas Prabowo dengan nada optimis.
Mineral Kritis Jadi Kunci Pertumbuhan
Presiden menegaskan bahwa salah satu pendorong utama laju ekonomi RI adalah sektor mineral kritis, terutama nikel dan bauksit, yang menjadi incaran dunia. Selain itu, Indonesia juga memiliki puluhan ribu sumur minyak tua yang bisa diremajakan dengan teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas.
“Ada banyak ruang investasi di Indonesia. Tidak banyak negara yang punya kekayaan alam sebesar kita,” ujar Prabowo.
“Tapi tentu saja saya tidak puas. Kita harus mengelola sumber daya itu dengan lebih baik,” tambahnya.
Target Ambisius: Ekonomi 8 Persen!
Tak berhenti di angka 5 persen, Prabowo percaya diri bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa menembus 8 persen per tahun.
Salah satu pendorongnya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai mampu menciptakan jutaan lapangan kerja baru di seluruh Indonesia.
“Program makan gratis ini saja sudah menciptakan 1,5 juta lapangan kerja langsung,” kata Prabowo.
Ia menjelaskan, setiap dapur MBG mempekerjakan sekitar 50 orang, dan saat ini ada lebih dari 30.000 dapur di seluruh Indonesia. Artinya, 1,5 juta orang sudah terserap kerja!









