JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Aksi nekat belasan remaja dan pemuda di Jakarta Pusat berakhir tragis. Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Pusat berhasil menciduk 15 orang yang terlibat tawuran berdarah dan penyalahgunaan narkoba, Sabtu (18/10/2025) dini hari.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menyampaikan rasa prihatin mendalam atas keterlibatan para remaja dalam aksi kekerasan dan narkotika.
# Baca Juga :Harga Emas Antam Anjlok Drastis Rp57 Ribu! Rekor Tertinggi Langsung Amblas Sehari Setelahnya
# Baca Juga :CHERY GEGERKAN PASAR! Luncurkan Merek Baru “LEPAS” dengan SUV Stylish Pertama di Indonesia!
# Baca Juga :iPhone 17 Resmi Meluncur! Tapi Harga iPhone 16 Malah Naik Drastis, Ini Daftar Lengkapnya!
# Baca Juga :GEGER! FAM Akhirnya Bocorkan Pelapor Skandal Naturalisasi Timnas Malaysia ke FIFA, Bukan dari Indonesia!
“Anak-anak ini seharusnya menjadi generasi penerus bangsa, bukan pelaku kekerasan atau penyalahguna narkoba. Ini ancaman serius bagi masa depan mereka,” tegas Susatyo.
Dua TKP: Kemayoran dan Sawah Besar
Penangkapan dilakukan di dua titik rawan tawuran, yakni Jalan Industri Raya, Kemayoran, dan Jalan Kartini 10, Sawah Besar.
Di lokasi pertama, polisi mengamankan IA (16), RF (25), AAY (22), dan FF (19).
Sementara di lokasi kedua, yang diciduk adalah FA (15), RM (17), LMY (16), SU (18), VS (14), MF (20), ZF (15), FH (18), DP (15), MBR (20), dan RR (13).
Barang Bukti: Celurit, Ganja, dan Motor
Dari tangan para pelaku, polisi menyita:
8 bilah senjata tajam jenis celurit
3 bungkus rokok berisi ganja
4 unit handphone
1 dompet
1 unit motor Yamaha Aerox
Temuan itu memperkuat dugaan bahwa para remaja ini tidak hanya terlibat tawuran, tapi juga dalam jaringan penyalahgunaan narkotika ringan.
Imbauan Keras untuk Orang Tua
Susatyo mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mengawasi anak-anak agar tidak terjerumus ke dunia kelam jalanan.
“Kami mengajak para orang tua, jangan biarkan anak-anak keluar malam tanpa pengawasan. Bimbing mereka ke kegiatan positif agar energi muda tidak tersalurkan ke arah negatif,” ujar Susatyo menegaskan.







