Christiantoko menilai tren ini menunjukkan iklim investasi yang semakin kondusif. “Modal ditanam di sini, belanjanya juga di dalam negeri. Artinya, perputaran uang tetap di Indonesia, bukan keluar negeri,” ujarnya.
Data BKPM juga menunjukkan bahwa sebagian besar investasi kini bergeser ke luar Jawa, dengan porsi mencapai 54,09 persen atau senilai Rp256,8 triliun.
Pergeseran ini dianggap positif karena mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
BACA JUGA: BCA Wealth Summit 2025 Dorong Masyarakat Kelola Kekayaan dengan Strategi Jangka Panjang
Christiantoko mengingatkan pentingnya pemerintah menjaga momentum tersebut dengan memastikan stabilitas politik, sosial, dan regulasi yang ramah investasi.
Ia menekankan bahwa investasi merupakan komponen penting dalam struktur Produk Domestik Bruto (PDB), dengan kontribusi sekitar 29 persen, terbesar kedua setelah konsumsi rumah tangga.







