Pelaksanaan Belum Optimal, Program Cetak Sawah di Kapuas dan Pulang Pisau Disorot Anggota DPRD Kalteng

PALANGKARAYA, Kalimantanlive.com – Program cetak sawah untuk mendukung ketahanan pangan nasional yang dilaksanakan Pemerintah Pusat di Kalteng jadi sorotan.

Ini karena dalam pelaksanaanya dilakukan tidak optimal, sehingga terkesan pelaksanaan program tersebut belum ada manfaatnya yang dirasakan masyarakat.

Dua Kabupaten yanki Pulang Pisau dan Kapuas merupakan kabupaten yang dapat program cetak sawah tersebut oleh pemerintah pusat.

Program untuk mendukung ketahana pangan nasional tersebut menjadi sorotan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimatan Tengah atau Anggota DPRD Kalteng, Yohannes Freddy Ering.

Yohannes Freddy Ering atau yang akrab dikenal Freddy Ering, menilai program tersebut terkesan belum ada manfaatnya bagi masyarakat.

Baca Juga : Jalan Palangkaraya-Gunung Mas Fungsional, Cegah Kerusakan Anggota DPRD Kalteng Minta Pengawasan Ketat

Ini setelah kader PDI Perjuangan Kalteng ini melakukan kegiatan reses perseorangan dan memantau program cetak sawah di Kapuas dan Pulang Pisau, belum lama tadi.

Dia menyoroti ketidakjelasan manfaat dari program cetak sawah yang dilaksanakan pemerintah pusat dan daerah terkesan tidak berjalan optimal.

Baca Juga :Reses Perseorangan di Kabupaten Katingan, Anggota DPRD Kalteng Soroti Bangunan Sekolah Memprihatinkan

Padahal, Program cetak sawah di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau jadi pusat kegiatan di Kalteng karena memiliki kontrak luas cetak sawah terbesar.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, program tersebut untuk tahun 2025, mendapat kontrak luas cetak sawah untuk Kapuas mencapai 40.779 hektare dan Pulang Pisau 10.931 hektare.

“Saya belum melihat kejelasan manfaat yang diterima oleh masyarakat dari program strategis nasional yang ada di Kapuas dan Pulang Pisau,” ungkapnya.