“Saya kira, mereka (BUMDes) yang masing-masing sudah punya unit usaha. Usaha-usaha juga berbeda-beda, kalau BUMDes di sisi lain, koperasi juga punya usaha tersendiri,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala DKUPP Tabalong, Saleh, menjelaskan, kegiatan pelatihan ini merupakan tindak lanjut setelah Koperasi Merah Putih resmi terbentuk di 131 desa dan kelurahan.
“Saat ini tahapannya memasuki pelatihan, supaya koperasi bisa langsung beroperasi dengan baik,” jelasnya.
Saleh berharap, setiap koperasi di desa benar-benar memiliki unit usaha produktif sehingga menjadi penyangga ekonomi masyarakat.
“Tidak lagi hanya simpan pinjam. Koperasi harus hadir membeli dan menampung hasil pertanian atau produk wilayahnya. Itu yang kita dorong,” harapnya.
Kalimantanlive.com/ A Hidayat







