ANTAM Perkuat Buyback dan Kolaborasi Tambang untuk Atasi Keterbatasan Stok Emas

Di sisi hulu, perusahaan juga secara aktif menggandeng perusahaan tambang emas nasional agar menjual hasil produksinya ke ANTAM.

“Semakin banyak penambang emas dalam negeri yang kini memilih menjual ke ANTAM dibanding mengekspor, karena kerja sama dengan perusahaan BUMN ini memberikan nilai tambah bagi ketahanan ekonomi nasional serta menjaga ketersediaan emas di pasar domestik,” tambahnya.

Pada perdagangan Selasa ini, harga Logam Mulia ANTAM tercatat naik Rp72.000, dari sebelumnya Rp2.415.000 menjadi Rp2.487.000 per gram.

BACA JUGA: Kereta Cepat Whoosh Bukukan 12 Juta Penumpang dalam Dua Tahun Operasi

Sebelumnya, ANTAM juga menyoroti pentingnya penerapan kewajiban pasokan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) untuk komoditas emas secara adil, agar seluruh pelaku industri memperoleh kepastian usaha dan nilai ekonomi yang seimbang.

“Kebijakan DMO diharapkan disusun dengan prinsip transparansi dan keadilan, sehingga seluruh pihak dalam rantai pasok dapat berperan aktif menjaga keberlanjutan industri emas nasional,” ujar Wisnu Danandi Haryanto, Corporate Secretary Division Head ANTAM, dalam keterangan di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Sabtu (18/10).