Struktur fisik yang digunakan dalam metode baru ini memanfaatkan material yang mudah didapat masyarakat tanpa mengabaikan aspek ekologi.
Tahun ini, DKP Kalsel telah melaksanakan proyek percontohan (demonstration plot) metode hybrid engineering di Pagatan Besar, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut.
Hasil uji coba tersebut akan menjadi dasar penerapan skala lebih luas pada 2026 di dua kabupaten prioritas, yakni Tanah Bumbu dan Kotabaru.
“Kami perkirakan tingkat keberhasilan metode ini mencapai 80–90 persen secara teknis. Selain menekan abrasi dan banjir rob, pendekatan ini juga memperkuat ketahanan ekosistem pesisir secara berkelanjutan,” kata Rusdi.
Ia menekankan, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat.
“Struktur fisik saja tidak cukup. Kami juga mengedepankan pemberdayaan masyarakat, edukasi, serta pelibatan kelompok pesisir dan pelajar,” tambahnya.







