JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM — Waspada! Air hujan yang turun di Jakarta kini bukan lagi simbol kesegaran alami. Hasil riset terbaru Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan temuan mengejutkan: air hujan di ibu kota telah tercemar partikel mikroplastik berbahaya yang dapat mengancam kesehatan manusia.
Peneliti BRIN, Muhammad Reza Cordova, mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan menampung dan mengonsumsi air hujan tanpa proses penyaringan yang ketat.
# Baca Juga :HEBOH! 97 WNI Kabur dari Perusahaan Online Scam di Kamboja, Ada Suara Tembakan, 11 Luka, 4 Ditahan Polisi!
# Baca Juga :GILA! Aksi “Rampok Satset” di Museum Louvre: Komplotan Profesional Gondol Mahkota 1.300 Berlian dalam 4 Menit!
# Baca Juga :Wamen ATR Umumkan 140 Mafia Tanah Ditindak, 123 Juta Bidang Tanah Resmi Terdaftar Sepanjang 2025!
# Baca Juga :KETAT! Kepala BGN Wajibkan Masakan Program MBG Pakai Air Bersertifikat, Cegah Pencemaran & Keracunan
“Kalau dari sisi mikroplastik, pengolahan air hujan sebelum dikonsumsi harus ditingkatkan — minimal dengan filtrasi berlapis dan koagulasi agar partikel mikro bisa tersaring,” jelas Reza kepada wartawan, Selasa (21/10/2025).
Air Hujan Bukan Lagi Aman: Ada Polutan dan Mikroba Patogen!
Menurut Reza, air hujan sejatinya tidak layak diminum langsung karena fungsinya adalah “membersihkan” udara dari berbagai partikel kotor, termasuk debu, mikroplastik, dan polutan industri.
“Air hujan itu pada dasarnya menyapu segala kotoran di udara, bukan cuma mikroplastik, tapi juga mikroba patogen dan berbagai zat polutan lainnya,” ujarnya.
Karena itu, masyarakat diminta tidak meminum air hujan mentah, apalagi yang ditampung dari atap rumah tanpa penyaringan.
“Minimal difilter dulu dan dimasak sampai mendidih baru aman dikonsumsi,” tambah Reza.
Bahaya Mikroplastik: Bisa Picu Iritasi dan Peradangan
BRIN memperingatkan, mengonsumsi air hujan yang tercemar mikroplastik dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, termasuk iritasi dan peradangan pada organ tubuh.
“Kalau air hujan yang bercampur polutan diminum langsung, dampaknya bisa menyebabkan iritasi bahkan peradangan dalam tubuh,” tegas Reza.
Penelitian BRIN: Mikroplastik Mengancam dari Langit Jakarta
Penelitian BRIN sejak tahun 2022 menunjukkan bahwa setiap sampel air hujan di Jakarta mengandung mikroplastik. Partikel mikroskopis itu terbentuk dari limbah plastik yang terdegradasi di udara akibat aktivitas manusia perkotaan.
“Mikroplastik itu berasal dari serat sintetis pakaian, debu kendaraan dan ban, sisa pembakaran sampah plastik, hingga degradasi plastik di ruang terbuka,” papar Reza.







