Hamas Tegaskan Palestina Tak Butuh Pasukan Asing Kecuali untuk Cegah Agresi Israel

Ia menilai keberadaan militer Israel di wilayah tersebut merupakan penghambat utama terciptanya stabilitas.

“Akar ketidakstabilan di Jalur Gaza adalah keberadaan tentara Israel. Penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah ini merupakan syarat utama bagi perdamaian dan keamanan yang berkelanjutan,” ujarnya.

BACA JUGA: GILA! Aksi “Rampok Satset” di Museum Louvre: Komplotan Profesional Gondol Mahkota 1.300 Berlian dalam 4 Menit!

Sebelumnya, pada Minggu (19/10), militer Israel menuduh Hamas menembakkan rudal anti-tank dan menembaki tentaranya di Gaza bagian selatan, yang dianggap sebagai pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata. Sebagai respons, Israel melancarkan serangan udara ke puluhan target Hamas di kawasan tersebut.

Gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, menyusul deklarasi bersama yang ditandatangani oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada 13 Oktober.