Kalimantanlive.com – Gerakan Hamas menegaskan bahwa Palestina mampu menjaga keamanan wilayahnya secara mandiri dan tidak membutuhkan kehadiran pasukan asing, kecuali jika bertujuan untuk melindungi rakyat Palestina dari agresi militer Israel.
“Kami, rakyat Palestina, memiliki kemampuan untuk menjaga keamanan kami sendiri. Sejak awal perjanjian gencatan senjata, pasukan keamanan di Jalur Gaza telah menindak provokator dan menjaga stabilitas di wilayah tersebut,” ujar Mousa Abu Marzouk, Kepala Departemen Hubungan Internasional Hamas, dalam wawancara dengan RIA Novosti, Selasa (21/10).
Marzouk menambahkan, fokus utama seharusnya bukan pada pengerahan pasukan penjaga perdamaian internasional, melainkan pada pembentukan mekanisme perlindungan bagi rakyat Palestina dari tindakan militer Israel.
“Kami akan mendukung setiap solusi yang menjamin keselamatan rakyat kami,” katanya.
Menurut Marzouk, Hamas telah memiliki seluruh sarana yang dibutuhkan untuk memastikan keamanan internal di Gaza.










