JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM — Dunia maya kembali diguncang kabar mencengangkan! Sebanyak 97 Warga Negara Indonesia (WNI) berhasil kabur dari sindikat online scam di Kamboja, usai terjadi kericuhan dan suara tembakan di lokasi kejadian, kota Chrey Thum, Provinsi Kandal.
Kisah dramatis pelarian ini viral setelah video ratusan WNI berlarian menyelamatkan diri dari kompleks perusahaan penipuan daring beredar luas di media sosial. KBRI Phnom Penh memastikan sebanyak 97 WNI berhasil melarikan diri, dengan rincian 86 orang ditahan di kantor polisi dan 11 lainnya menjalani perawatan di rumah sakit.
# Baca Juga :GILA! Aksi “Rampok Satset” di Museum Louvre: Komplotan Profesional Gondol Mahkota 1.300 Berlian dalam 4 Menit!
# Baca Juga :Wamen ATR Umumkan 140 Mafia Tanah Ditindak, 123 Juta Bidang Tanah Resmi Terdaftar Sepanjang 2025!
# Baca Juga :KETAT! Kepala BGN Wajibkan Masakan Program MBG Pakai Air Bersertifikat, Cegah Pencemaran & Keracunan
# Baca Juga :Ashanty Mengaku Memaafkan Mantan Karyawannya, Tapi Bersikeras Agar Proses Hukum Berlanjut
“KBRI langsung berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk memastikan keselamatan mereka dan memberikan bantuan logistik, makanan, serta obat-obatan,” ujar pihak KBRI Phnom Penh, Minggu (19/10/2025).
1. Ricuh Besar, 4 WNI Ditahan Polisi Kamboja
Menurut Kementerian Luar Negeri RI, kericuhan yang terjadi pada 17 Oktober 2025 membuat empat WNI ditahan polisi karena diduga melakukan kekerasan terhadap sesama WNI.
“Dari 86 yang diamankan, empat di antaranya ditahan karena diduga sebagai pelaku kekerasan,” jelas Judha Nugraha, Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Senin (20/10/2025).
KBRI telah mendapatkan akses kekonsuleran dan memastikan keempat WNI tersebut dalam kondisi baik serta mendapat pendampingan hukum.
2. Pemerintah Bergerak Cepat: Siapkan Pemulangan ke Indonesia
KBRI Phnom Penh langsung menyalurkan bantuan logistik dan medis, serta mengoordinasikan proses pemulangan 97 WNI tersebut ke tanah air.
“Kami terus berupaya berkoordinasi dengan otoritas setempat agar seluruh WNI bisa segera dipulangkan dan mendapat pendampingan hukum,” tegas Judha.
3. 11 WNI Dirawat di Rumah Sakit, Tidak Ada Korban Jiwa
Sebanyak 11 WNI masih dirawat di rumah sakit akibat luka-luka dan kelelahan saat berusaha melarikan diri. Meski begitu, kondisi mereka dipastikan tidak mengancam nyawa.
“Tidak ada kondisi yang life-threatening, semuanya stabil,” ungkap Judha.
4. Terdengar Suara Tembakan Saat Pelarian
Dalam insiden dramatis itu, terdengar suara tembakan di sekitar lokasi. Namun, tidak ada WNI yang menjadi korban jiwa.
“Kami mendapat laporan ada suara tembakan, tetapi kami pastikan tidak ada warga kita yang meninggal,” ujar Judha.
Kemenlu RI mencatat, sejak 2020 hingga kini, sudah ada lebih dari 10 ribu WNI yang terlibat dalam jaringan penipuan online internasional (online scam) di 10 negara, termasuk Kamboja, Laos, Myanmar, dan Filipina.








