Kalimantanlive.com – Memasuki satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menegaskan komitmennya dalam memperkuat fondasi kedaulatan energi nasional sekaligus mengawal proses transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan.
Direktur Utama PGE, Julfi Hadi, mengatakan arah kebijakan pemerintah yang berfokus pada kemandirian energi menjadi dorongan utama bagi PGE untuk terus memperluas pengelolaan potensi panas bumi di berbagai wilayah Indonesia.
BACA JUGA: ANTAM Perkuat Buyback dan Kolaborasi Tambang untuk Atasi Keterbatasan Stok Emas
“PGE adalah tulang punggung transisi energi Indonesia. Dengan potensi panas bumi mencapai 24 gigawatt atau sekitar 40 persen dari cadangan dunia, kami memiliki mandat besar untuk mengubah potensi ini menjadi kekuatan nyata bangsa,” ujar Julfi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (21/10).
Menurutnya, pengelolaan panas bumi secara bertanggung jawab merupakan langkah strategis untuk memastikan energi bersih menjadi fondasi kedaulatan dan masa depan hijau Indonesia.
Selama satu tahun terakhir, PGE mencatat sejumlah capaian penting, di antaranya beroperasinya PLTP Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 MW di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Proyek ini menjadi simbol kemajuan teknologi efisien dan ramah lingkungan di sektor panas bumi nasional.







