JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM — Dunia sepak bola nasional mendadak geger! Sosok legendaris asal Belanda, Frank de Boer, kini tengah menjadi buah bibir usai fotonya berpelukan hangat dengan Kepala Pencari Bakat Timnas Indonesia, Simon Tahamata, viral di media sosial.
Pertemuan dua ikon sepak bola Belanda itu sontak memicu rumor liar: benarkah Frank de Boer akan menjadi pelatih baru Timnas Indonesia menggantikan Patrick Kluivert?
# Baca Juga :Pengamat: Pemecatan Kluivert Adalah Konsekuensi Logis Kegagalan di Timnas Indonesia
# Baca Juga :Terungkap! Ini Dua Sosok ‘S’ yang Disebut Penguasa Timnas Indonesia, Bukan Sumardji?
# Baca Juga :Sumardji Isyaratkan Evaluasi Besar, Nasib Kluivert di Timnas Indonesia di Ujung Tanduk
# Baca Juga :FANTASTIS! Gaji Patrick Kluivert di Timnas Indonesia Rp18 Miliar Setahun, Tapi Gagal
Dalam unggahan terbaru di akun media sosialnya, Simon Tahamata terlihat berpelukan dengan Frank de Boer dan Archil Arveladze.
Unggahan sederhana itu tanpa caption panjang, hanya emoji hati dan tag akun kedua tokoh tersebut. Namun, cukup untuk membuat publik Indonesia heboh dan berspekulasi keras di kolom komentar.
“Wah, ini sinyal kuat nih buat Timnas Garuda!” tulis salah satu netizen.
“Frank de Boer balik lagi ke orbit Asia? Bisa jadi kejutan besar dari PSSI!” tulis lainnya.
Spekulasi ini muncul di tengah kekosongan kursi pelatih Timnas Indonesia, setelah PSSI dan Patrick Kluivert sepakat mengakhiri kontrak lebih awal.
Simon Tahamata Buka Suara Soal Pertemuan
Namun, benarkah pertemuan ini terkait jabatan pelatih Timnas?
Ternyata tidak sepenuhnya.
Simon Tahamata diketahui hadir di acara perayaan 100 tahun klub Georgia, Dinamo Tbilisi, pada Minggu (19/10/2025) waktu setempat.
Acara tersebut mempertemukan para legenda Ajax Amsterdam dan Dinamo Tbilisi dalam laga ekshibisi bertajuk “100 Years of Glory.”
“Untuk memperingati tonggak sejarah ini, tim legenda Ajax Amsterdam akan mengunjungi Tbilisi pada 19 Oktober. Acara ini diselenggarakan oleh Sports Orient dan sponsor Dinamo,” tulis pernyataan resmi Dinamo Tbilisi.
Jadi, pertemuan Simon dan Frank de Boer sejatinya bukan pertemuan resmi PSSI, melainkan ajang reuni antarlegenda sepak bola Eropa.







