PALEMBANG, KALIMANTANLIVE.COM – Dunia pendidikan di Palembang kembali tercoreng! Seorang siswa SMK PGRI 11 Palembang, berinisial MH (12), mengalami penganiayaan berat yang diduga dilakukan oleh guru olahraganya sendiri hanya karena dituduh tidur saat pelajaran berlangsung.
Peristiwa mengenaskan itu terjadi di ruang kelas SMK PGRI 11, Jalan Sapta Marga, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, Senin (20/10/2025) sekitar pukul 07.30 WIB.
# Baca Juga :Terbongkar! Pesta Gay di Hotel Surabaya Dibiayai Sponsornya, 34 Pria Ikut Tanpa Bayar Sepersenpun!
# Baca Juga :Online Scam Menggema di ASEAN! KTT ke-47 di Kuala Lumpur! Bahas Ancaman Digital yang Menembus Hingga Australia!
# Baca Juga :Louvre Dibuka Lagi Usai Perampokan Rp 1,6 Triliun, Ribuan Wisatawan Serbu Piramida Kaca!
Ibunda korban, Maya Kasnaria (49), menceritakan bahwa anaknya pulang dalam kondisi memar di dada dan pinggang, setelah mengaku dipukul oleh gurunya.
“Dia dianiaya di sekolah. Katanya gara-gara dikira tidur di jam pelajaran olahraga, padahal anak saya tidak tidur,” ujar Maya dengan suara bergetar, Rabu (22/10/2025).
Sakit Dada dan Pinggang, Orang Tua Tak Terima
Menurut Maya, akibat kekerasan itu MH mengalami rasa sakit di dada dan pinggang kanan. Ia pun mendatangi pihak sekolah keesokan harinya untuk meminta klarifikasi.
Namun, bukannya mendapatkan permintaan maaf, Maya justru mengaku mendapat perlakuan tak menyenangkan dari pihak sekolah.
“Saya datang baik-baik, cuma mau tahu apa kesalahan anak saya. Tapi tidak ada itikad baik dari pihak sekolah, bahkan tidak ada permintaan maaf,” keluhnya kecewa.
Merasa tidak puas dan ingin mencari keadilan, Maya akhirnya melaporkan kasus tersebut ke SPKT Polrestabes Palembang.
Laporan itu terdaftar dengan nomor STTLP/B/3245/X/2025/SPKT/Polrestabes Palembang/Polda Sumsel.







