Penerapan fitur jejak karbon ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran di kalangan pelanggan bahwa setiap pilihan moda transportasi berdampak langsung pada lingkungan.
Transparansi ini juga diharapkan mendorong lebih banyak pihak untuk memilih opsi pengiriman yang ramah lingkungan.
BACA JUGA: Kemenkeu Pastikan Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung Tak Bebani APBN
Lebih jauh, Riyanta menegaskan bahwa komitmen KAI Logistik terhadap prinsip keberlanjutan tidak berhenti pada peluncuran fitur tersebut.
Perusahaan juga telah melakukan perhitungan emisi gas rumah kaca (GRK) Tier 3 dan pelaporan sesuai standar ISO 14083, menjadikan KAI Logistik sebagai salah satu pelopor green logistics di Indonesia.
Sumber: Fajarharapan.id







