Meski begitu, survei juga mencatat sejumlah catatan kritis dari masyarakat. Sebanyak 14,2 persen responden menyoroti kasus keracunan makanan, 4,7 persen menilai distribusi belum merata, 3,6 persen menyebut kualitas makanan kurang bergizi, serta masing-masing 2,2 persen menganggap pengawasan masih lemah dan sasaran penerima belum tepat.
Survei Median dilakukan secara daring pada 17–19 Oktober 2025, melibatkan 600 partisipan berusia 17 hingga 60 tahun ke atas dari 38 provinsi di Indonesia.
BACA JUGA: WOW! Prabowo Gebrak Dunia, Pamer Ekonomi RI Tumbuh 5%! Klaim Bisa Capai 8% Berkat MBG!
Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner digital menggunakan Google Form yang disebarkan melalui berbagai kanal media sosial.
Sumber: Fajarharapan.id










