JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Program besar dunia pendidikan nasional bakal segera terwujud! Presiden Prabowo Subianto bertekad membangun 7.000 Sekolah Unggul Terintegrasi di seluruh Indonesia mulai tahun 2026.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memastikan pihaknya telah mulai menyusun konsep, kurikulum, hingga strategi penerapan sekolah terpadu yang menggabungkan jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan pendidikan.
# Baca Juga :Online Scam Menggema di ASEAN! KTT ke-47 di Kuala Lumpur! Bahas Ancaman Digital yang Menembus Hingga Australia!
# Baca Juga :Louvre Dibuka Lagi Usai Perampokan Rp 1,6 Triliun, Ribuan Wisatawan Serbu Piramida Kaca!
# Baca Juga :WASPADA! Pria Pekalongan Tertipu Rp 2,6 M oleh Komplotan Masuk Akpol, Ada yang Ngaku Adik Jenderal Listyo Sigit!
# Baca Juga :GEGER DUNIA OLAHRAGA! Penolakan Atlet Israel Bikin IOC Bekukan Indonesia, Mimpi Olimpiade 2036 Resmi Kandas
“Pak Presiden meminta kami menyiapkan konsep Sekolah Unggul Terintegrasi non-asrama. Saat ini kami masih menunggu arahan lebih lanjut, tapi secara konsep sudah mulai kami kerjakan,” ujar Abdul Mu’ti dalam acara Taklimat Media Setahun Kemendikdasmen di Gedung A, Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2025) malam.
Sekolah Unggul dari Tiap Kecamatan
Mu’ti menjelaskan, konsep sekolah terintegrasi ini dirancang agar setiap kecamatan memiliki satu sekolah unggulan yang menampung jenjang pendidikan dasar hingga menengah atas.
Model ini akan menghapus kesenjangan mutu antar jenjang, sekaligus memudahkan siswa untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus berpindah lokasi atau menanggung biaya tambahan besar.
“Arah konsepnya sudah jelas, yaitu integrasi tiga jenjang: SD, SMP, dan SMA. Setiap kecamatan nantinya akan memiliki satu sekolah unggul terpadu,” jelasnya.
Meski belum final, Kemendikdasmen mulai melakukan studi banding ke beberapa daerah yang telah memiliki sistem serupa. Salah satu acuan utama datang dari Sekolah Unggul Terintegrasi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, yang telah menerapkan kurikulum Cambridge dan fasilitas pendidikan berstandar internasional.
“Bulan lalu saya ke Samarinda. Pemerintah Kota Samarinda sudah membangun Sekolah Unggul Terintegrasi dengan model yang cukup ideal,” kata Mu’ti.
Fokus Awal: Kurikulum & Rekrutmen Guru
Mu’ti menegaskan, fokus utama Kemendikdasmen saat ini adalah penyusunan kurikulum nasional baru dan rekrutmen guru berkualitas yang akan ditempatkan di sekolah-sekolah unggulan tersebut.
Adapun soal teknis, seperti penyediaan lahan, pembangunan fasilitas, dan sistem pembiayaan, akan dibahas dalam tahap lanjutan bersama kementerian terkait.









