Korban Jual Mobil Mewah Demi ‘Pelicin’
Dwi mengaku rela menjual mobil Rubicon dan Mini Cooper demi memenuhi permintaan uang para pelaku.
“Saya sampai pontang-panting. Mereka sering datang malam-malam menekan agar uang segera disiapkan,” tuturnya.
Total kerugian yang ditanggung mencapai Rp 2,65 miliar, dengan Rp 2 miliar diserahkan tunai ke Alex dan sisanya dikirim melalui rekening Joko.
“Sampai sekarang belum ada pengembalian sepeser pun,” tambahnya kecewa.
Laporan Dwi kini telah masuk ke Polda Jawa Tengah dan disebut sudah naik ke tahap penyidikan (Sidik). Namun, prosesnya disebut berjalan lambat.
“Perkembangan terakhir belum ada tindak lanjut. Salah satu pelakunya malah sedang pendidikan,” keluh Dwi.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengonfirmasi laporan tersebut.
“Ini sedang kami cek ke Krimum dan Propam. Nanti kalau sudah lengkap, kami sampaikan,” ujarnya kepada media.
Kasus ini menambah daftar panjang penipuan modus “jalur khusus masuk Akpol.” Pihak kepolisian berulang kali menegaskan bahwa tidak ada jalur istimewa dalam rekrutmen Polri.
Masyarakat diimbau tidak mudah percaya pada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang. Semua proses seleksi resmi gratis dan transparan.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







