JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM — Indonesia akhirnya bersiap mencetak sejarah baru di industri otomotif dunia! Di tengah gencarnya dorongan pemerintah menjadikan mobil nasional sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), satu nama kini mencuri sorotan publik: Indonesian Indigenous Car (I2C) — SUV listrik karya anak bangsa yang disebut-sebut sebagai cikal bakal mobil nasional Indonesia.
Langkah besar ini mendapat dukungan penuh dari Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, yang menegaskan bahwa calon mobil nasional tersebut sudah pernah diperkenalkan ke publik dalam ajang pameran otomotif bergengsi.
# Baca Juga :BYD Yangwang U9 Xtreme Resmi Jadi Mobil Listrik Produksi Tercepat di Nürburgring
# Baca Juga :Ferrari Elettrica: Mobil Listrik Pertama dengan Tenaga 1.000 bhp Siap Meluncur 2026
# Baca Juga :REVOLUSI OTOMOTIF! Tahun Depan Harga Mobil Listrik Bakal Setara Mobil Bensin, Era Kendaraan Ramah
# Baca Juga :BYD Kokoh di Puncak Pasar Mobil Listrik Dunia, Geser Tesla ke Posisi Kedua
“Waktu itu sudah ditampilkan di GIIAS terakhir. Jadi calon mobil nasional yang disampaikan Presiden sebenarnya sudah pernah dipamerkan,” ujar Agus di Jakarta, Kamis (23/10/2025).
I2C: SUV Listrik Berjiwa Nusantara
I2C bukan sekadar kendaraan listrik. Ia adalah manifestasi semangat kemandirian bangsa, dirancang sepenuhnya di Indonesia oleh PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) bersama sejumlah universitas top seperti ITB, UI, dan ITS.
Presiden & CEO TMI, Harsusanto, mengungkap bahwa lima desainer lokal menjadi otak di balik desain mobil ini — tanpa dominasi asing. Meski melibatkan ItalDesign dari Italia sebagai penasihat teknis, seluruh identitas, bentuk, dan filosofi tetap 100% milik Indonesia.
“Yang mendesain tetap orang Indonesia. Kami hanya minta masukan teknis dari ItalDesign,” ujar Harsusanto dalam GIIAS 2025 di ICE BSD, Tangerang.
I2C lahir dengan DNA kebanggaan nasional. Lampu depannya terinspirasi kepakan sayap Garuda, sementara lampu belakangnya merepresentasikan bulan Agustus, simbol kemerdekaan Indonesia.
“Karakter bangsa, identitas bangsa, itu semua kami wujudkan dalam mobil. Itulah yang membedakan I2C dari yang lain,” tegas Harsusanto penuh semangat.
Produksi Lokal, Hak Cipta Indonesia
Berbeda dari kebanyakan mobil listrik yang hanya dirakit di Tanah Air, I2C dikembangkan sepenuhnya dengan hak kekayaan intelektual (IP) milik Indonesia. Komponen seperti spion, lampu, dan interior didesain agar bisa diproduksi di dalam negeri demi menekan biaya dan memperkuat rantai pasok nasional.
“Kami sesuaikan desain dengan tooling dan supply chain lokal supaya biaya produksi tidak liar,” jelas Harsusanto.
Meski baterai dan motor listrik masih diimpor dari vendor global, seluruh platform, sistem integrasi, dan software adalah hasil kerja tim TMI.







