KALIMANTANLIVE.COM – Dunia politik Ekuador diguncang kabar mengerikan! Presiden muda Daniel Noboa mengaku menjadi target percobaan pembunuhan melalui racun mematikan yang disisipkan dalam cokelat dan selai saat menghadiri acara publik.
Dalam wawancara eksklusif dengan CNN yang dikutip AFP pada Jumat (24/10/2025), Noboa mengungkap bahwa tiga zat beracun dengan konsentrasi tinggi ditemukan dalam kudapan tersebut. “Tidak mungkin ini kecelakaan. Kami memiliki bukti kuat,” tegas Presiden berusia 37 tahun itu dengan nada serius.
# Baca Juga :ANEH! Pembunuhan Seorang Kacab Bank BUMN Libatkan 15 Tersangka hingga Oknum TNI, Ada Apa?
# Baca Juga :FAKTA BARU Kasus Penculikan & Pembunuhan Kacab Bank BUMN, Seret Oknum TNI
# Baca Juga :Misteri Pembunuhan Kacab Bank BUMN Terkuak: 15 Orang Diciduk, Motivator Dwi Hartono Diduga Otak Aksi Sadis
# Baca Juga :BREAKING NEWS! Otak Pembunuhan Sadis Kepala Cabang Bank BUMN Ternyata Pengusaha Bimbel Terkenal
Tim keamanan kepresidenan bahkan telah mengajukan laporan resmi kepada jaksa penuntut, menandai penyelidikan besar-besaran terhadap upaya pembunuhan ini.
Bukan Kali Pertama Noboa Jadi Target Serangan
Ini bukan insiden pertama yang mengancam nyawa Noboa. Awal Oktober lalu, iring-iringan mobil kepresidenan diserang sekelompok demonstran marah yang menolak kenaikan harga bahan bakar. Saat itu, kendaraan yang ditumpangi Noboa ditemukan berlubang akibat tembakan, meski sang presiden selamat tanpa cedera.
Menteri Pertahanan Gian Carlo Loffredo menyebut insiden tersebut sebagai “upaya pembunuhan terang-terangan terhadap kepala negara.”
Kekacauan politik makin meluas setelah organisasi masyarakat adat terbesar, Conaie, memblokade sejumlah jalan strategis di ibu kota Quito dan provinsi Pichincha sejak 22 September. Aksi ini sebagai bentuk protes terhadap melonjaknya harga bahan bakar yang memukul ekonomi rakyat.
Namun, di tengah kemarahan rakyat, muncul pula spekulasi liar: sebagian pengamat menilai tuduhan racun bisa jadi tak lebih dari strategi politik Noboa untuk menggiring opini publik dan menekan oposisi.
Menanggapi hal itu, Noboa berang. Ia dengan tegas menepis anggapan bahwa dirinya membuat sandiwara.
“Tidak ada orang waras yang melempar bom molotov ke dirinya sendiri, atau meracuni diri dengan cokelat!” tegasnya dengan nada penuh emosi.










