Ia juga mengapresiasi DPRD Provinsi Kalsel yang rutin melakukan monitoring pelaksanaan CSR di daerah, sebagai bentuk pengawasan agar setiap program berjalan sesuai regulasi dan memberi manfaat maksimal.
Lebih lanjut, Ariadi menilai Kalimantan Selatan telah memiliki fondasi kuat dalam mengintegrasikan tanggung jawab sosial ke dalam pembangunan berkelanjutan.
BACA JUGA: Pemprov Kalsel Bekali ASN Keterampilan Praktis Jelang Purna Tugas
“Konferensi PKM-CSR 2025 menjadi momentum memperluas kolaborasi dan memperkuat dampak positif CSR di daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemprov Kalsel mendorong agar dana CSR disinergikan dengan program pembangunan pemerintah, seperti infrastruktur kecil, pelatihan keterampilan, konservasi ekologis, dan pengembangan ekonomi hijau.
“Sinergi ini penting untuk mencapai efisiensi anggaran dan efektivitas hasil di lapangan,” tegasnya.
Ariadi menutup sambutan dengan harapan agar program CSR di Kalsel tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi menjadi bagian strategis dari bisnis perusahaan yang selaras dengan RPJMD Kalsel dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).







