Ia menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah memperkuat kelembagaan koperasi agar mampu berinovasi dan mandiri sesuai potensi ekonomi daerah.
Berdasarkan data Dinas Koperasi Kalsel, sudah terdapat lebih dari 140 koperasi aktif yang terpantau melalui aplikasi nasional.
Beberapa koperasi yang dinilai sukses bergerak di sektor penjualan LPG, sembako, hingga layanan klinik menjadi contoh model pengelolaan yang produktif dan berdaya saing.
“Koperasi yang menjual LPG dengan harga terjangkau antara Rp18.500–Rp20.000, misalnya, mampu menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat,” ungkapnya.
Gusti Yanuar menambahkan, pemerintah akan terus mendorong inovasi sesuai potensi unggulan di setiap daerah agar koperasi benar-benar menjadi penggerak ekonomi rakyat.
“Tujuannya agar koperasi hadir memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sumber: MC Kalsel







