JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Media sosial tengah dihebohkan oleh video viral dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel (KDM). Dalam tayangan tersebut, Gubernur Jawa Barat itu melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu lokasi pengolahan air mineral Aqua, dan menanyakan secara langsung asal sumber air yang digunakan perusahaan tersebut.
Dalam video yang kini viral di berbagai platform, Dedi tampak menanyai staf pabrik soal asal air yang digunakan.
# Baca Juga :BREAKING NEWS! I2C Siap Jadi “Garuda di Jalanan”: SUV Listrik Cikal Bakal Mobil Nasional Indonesia!
# Baca Juga :GEGER DUNIA! Presiden Ekuador Nyaris Tewas Diracun Lewat Cokelat & Selai — Siapa Dalangnya?
# Baca Juga :P Diddy Diserang di Penjara, Nyaris Digorok Pisau oleh Napi Lain, Situasi Mencekam di Sel Brooklyn!
# Baca Juga :Dunia Bersatu Bela Indonesia, Kecam Keras IOC & Israel: “Dekolonisasi Olahraga Sekarang!
“Ngambil airnya dari sungai?” tanya Dedi dengan nada heran.
“Airnya dari bawah tanah, Pak,” jawab staf perusahaan itu.
Mendengar jawaban tersebut, Dedi tampak kaget dan memastikan ulang bahwa air Aqua ternyata berasal dari lapisan bawah tanah melalui proses pengeboran.
Ia pun sempat mempertanyakan dampak ekologis dari pengambilan air tanah tersebut — termasuk potensi pergeseran tanah dan risiko lingkungan lainnya.
“Saya kira dari air permukaan, dari sungai atau mata air. Berarti kategorinya sumur pompa dalam?” ujar Dedi sambil menelusuri area pabrik.
Danone-Aqua Klarifikasi
Menanggapi viralnya video tersebut, Danone-Aqua akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Pihak perusahaan menegaskan bahwa air yang digunakan tidak berasal dari sumur bor biasa, melainkan dari akuifer alami di sistem hidrogeologi pegunungan — lapisan air tanah yang terlindungi secara alami.
“Air ini terlindungi secara alami dan telah melalui proses seleksi ilmiah oleh para ahli dari UGM dan Unpad. Sebagian titik sumber bahkan bersifat self-flowing atau mengalir alami,” tulis Danone-Aqua dalam keterangan resminya, Kamis (23/10/2025).
Danone-Aqua juga memastikan bahwa pengambilan air dari akuifer dalam tidak mengganggu sumber air masyarakat, karena berasal dari lapisan berbeda dengan air permukaan yang digunakan warga.
Aqua menegaskan seluruh proses pengambilan air dilakukan berdasarkan izin resmi dari pemerintah, serta diawasi secara berkala oleh Badan Geologi Kementerian ESDM dan pemerintah daerah setempat.
Sebagai komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan, perusahaan menerapkan Ground Water Resources Policy (Kebijakan Perlindungan Air Tanah Dalam) yang bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem air.







