Isu Panas Aqua! Disebut Ambil Air Sumur Bor, Ahli UGM Bongkar Fakta Soal ‘Akuifer Dalam’ dan Asal Air Pegunungan!

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM — Merek Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Aqua tengah menjadi sorotan publik usai beredar tudingan bahwa produk mereka menggunakan air sumur bor atau air tanah dangkal. Namun pihak Danone-Aqua langsung menepis tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa sumber air mereka berasal dari akuifer dalam, bukan sumur bor biasa.

“Air ini terlindungi secara alami dan telah melalui proses seleksi serta kajian ilmiah oleh para ahli dari UGM dan Unpad. Sebagian titik sumber bahkan bersifat self-flowing atau mengalir alami,” jelas pihak Aqua dalam keterangan resminya, Kamis (23/10/2025).

# Baca Juga :VIRAL! KDM Sidak Sumber Air AQUA, Publik Heboh Soal Sumur Bor, Danone Akhirnya Buka Suara

# Baca Juga :Cegah Hoax Jelang Pemilu 2024, Diskominfotik Banjarmasin Gelar Sosialisasi FKDM

# Baca Juga :Menkeu Purbaya Bongkar 90% Produsen Perhiasan Diduga Kemplang Pajak, Negara Rugi Besar!

# Baca Juga :TERBONGKAR! Ada Aliran Dana Rp 13 Miliar dari Harvey Moeis ke Rekening Sandra Dewi, Diduga Untuk Ini

Untuk menjawab polemik ini, Guru Besar Teknologi Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr Ir Heru Hendrayana, memberikan penjelasan ilmiah mengenai istilah akuifer.

Menurutnya, akuifer adalah lapisan batuan di bawah permukaan bumi yang menyimpan air alami. Air yang tersimpan di dalamnya disebut air tanah, berbeda dengan air permukaan seperti sungai, danau, atau kolam yang tampak di atas tanah.

“Batuan yang menyimpan air itulah yang disebut akuifer. Air tanah ini kualitasnya lebih baik karena telah melalui proses penyaringan alami oleh batuan,” terang Prof Heru, Jumat (24/10/2025).

Ia menjelaskan, air tanah terbagi menjadi dua jenis: air tanah dangkal dan air tanah dalam.

Air tanah dangkal berada di kedalaman 10–30 meter, umumnya digunakan masyarakat untuk sumur rumah tangga. Namun, air ini rentan tercemar limbah dan polutan permukaan.

Air tanah dalam, sebaliknya, berada di kedalaman 70–200 meter dan relatif terlindung dari aktivitas manusia. Air jenis inilah yang biasa digunakan oleh industri air minum seperti AMDK.

“Air tanah dalam ini diambil lewat pengeboran dalam, kualitasnya bagus karena terlindung dari pengaruh aktivitas permukaan,” jelasnya.

Benarkah Air Pegunungan Selalu dari Gunung?

Prof Heru juga mengungkap fakta menarik tentang istilah “air pegunungan” yang sering digunakan dalam label produk AMDK.
Menurutnya, air disebut “air pegunungan” tidak selalu harus diambil dari puncak gunung, melainkan bisa berasal dari lereng atau dataran di sekitar gunung — asal terbukti secara ilmiah bahwa air tersebut memang bermula dari sistem geologi pegunungan.

“Air tanah itu seperti manusia, punya DNA. Dengan analisis isotop, asal-usul air bisa dilacak — apakah benar berasal dari pegunungan tertentu atau bukan,” jelasnya.