JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM — Ketegangan antara Indonesia dan Komite Olimpiade Internasional (IOC) makin memanas! Setelah IOC mengancam memutus dialog dengan Indonesia karena larangan terhadap atlet Israel, Komisi I DPR RI balik menyerang. Wakil Ketua Komisi I, Sukamta, menilai langkah IOC itu tidak pantas dan bersikap kekanak-kanakan.
“Ancaman IOC memutus dialog dengan Indonesia soal Olimpiade dan seruan agar federasi olahraga internasional tidak menggelar kejuaraan di Indonesia adalah sikap kekanak-kanakan,” tegas Sukamta kepada wartawan, Sabtu (25/10/2025).
# Baca Juga :PBB Desak Israel Patuhi Putusan Mahkamah Internasional soal Gaza
# Baca Juga :PBB Minta Israel Patuhi Putusan ICJ dan Izinkan Bantuan Masuk ke Gaza
# Baca Juga :Dunia Bersatu Bela Indonesia, Kecam Keras IOC & Israel: “Dekolonisasi Olahraga Sekarang!
# Baca Juga :GEGER DUNIA OLAHRAGA! Penolakan Atlet Israel Bikin IOC Bekukan Indonesia, Mimpi Olimpiade 2036 Resmi Kandas
DPR Nilai IOC Bermain Politik dan Punya Standar Ganda
Sukamta menilai IOC bersikap hipokrit alias bermuka dua. Menurutnya, banyak negara di dunia yang mengecam langkah IOC karena dianggap bermain politik dalam olahraga.
“IOC pernah melarang Rusia dan Belarusia karena perang di Ukraina, juga pernah menjatuhkan sanksi pada Afghanistan dan Korea Utara. Tapi sampai sekarang mereka tidak pernah melarang Israel yang terus melakukan pendudukan dan kekejaman di Palestina,” ujarnya tajam.
Politikus PKS itu menegaskan, Indonesia berhak menolak kehadiran delegasi Israel sesuai dengan prinsip politik luar negeri bebas-aktif dan sikap konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.
Dorong Diplomasi, Indonesia Harus Tetap Eksis di Dunia Olahraga
Meski keras mengkritik IOC, Sukamta menegaskan bahwa Indonesia tetap perlu melakukan diplomasi aktif di kancah olahraga internasional. Tujuannya agar posisi Indonesia tetap kuat dan dihormati.
“Diplomasi olahraga itu untuk membawa pesan perdamaian dunia. IOC, FIFA, dan lembaga olahraga dunia seharusnya menjadikan olahraga sebagai sarana menyebarkan nilai kemanusiaan, bukan alat politik,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika ada negara yang melakukan penjajahan atau genosida, maka seharusnya dilarang tampil di semua ajang olahraga internasional.
“Negara yang melakukan penjajahan harus di-banned! Itu baru adil dan sejalan dengan semangat Olimpiade,” tegasnya.









