BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memantapkan rencana pengembangan sistem transportasi massal terintegrasi yang akan mencakup wilayah Banua Anam dan Saijaan–Bersujud.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Pemprov Kalsel untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di dua klaster utama tersebut.
BACA JUGA: Pemprov Kalsel Dorong Sinergi CSR dan Pembangunan Daerah untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, M. Fitri Hernadi, menjelaskan bahwa saat ini program masih berada pada tahap kajian komprehensif, dengan target penyelesaian pada tahun 2026.
“Semua aspek sedang dikaji secara menyeluruh agar hasilnya matang dan sesuai kebutuhan wilayah,” ujarnya di Banjarmasin, Jumat (24/10/2025).
Kajian tersebut mencakup pemodelan rute, pemetaan kawasan prioritas, serta analisis kebutuhan transportasi untuk dua klaster besar.
Setelah rampung, hasil kajian akan menjadi dasar pengambilan keputusan oleh pimpinan daerah dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal pemerintah provinsi.







