Pemprov Kalsel Tegaskan Komitmen Wujudkan Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan

Industri hilirisasi kelapa sawit di Kalsel juga terus berkembang, didukung oleh tiga pabrik minyak goreng berkapasitas 5.750 ton per hari dan dua industri biodiesel berkapasitas 2.500 ton per hari.

Sektor ini telah menyerap lebih dari 72 ribu tenaga kerja dan diproyeksikan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan industri hilir dan diversifikasi usaha seperti integrasi sawit-sapi serta pengembangan komoditas perkebunan dan peternakan lainnya.

BACA JUGA: Pemprov Kalsel Apresiasi Mahasiswa IBITEK Sebagai Agen Perubahan pada Penutupan Economic Debate Competition 2025

“Sektor perkebunan sawit merupakan penyumbang lapangan kerja terbesar di Kalsel. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama kami,” tegas Suparmi.

Melalui Program Peningkatan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (PSDMPKS) yang didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Pemprov Kalsel berfokus pada peningkatan kompetensi tenaga kerja sawit melalui pelatihan teknis, kegiatan komunikasi–informasi–edukasi (KIE), serta pemberian beasiswa bagi keluarga pekerja sawit.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel juga memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk GAPKI Cabang Kalimantan Selatan, untuk membahas isu strategis sektor sawit seperti ketenagakerjaan yang adil dan inklusif.

“Kami mendorong GAPKI Kalsel berkolaborasi lebih erat dengan Dinas Ketenagakerjaan serta instansi terkait agar keberlanjutan sektor sawit tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan pekerja dan masyarakat sekitar,” tuturnya.