Cegah Banjir Masuki Musim Hujan, Warga Antang Barat Sampit dan Anggota DPRD Kotim Gotong Royong Bersihkan Drainase 

SAMPIT, Kalimantanlive.com – Puluhan warga Jalan Antang Barat Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Minggu (26/10/2025) melaksanakan kerja bakti.

Warga bersama Muhammad Idi, Anggota DPRD Kotim kerja bakti membersihkan drainase yang ada di Jalan Antang Barat, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Ini, karena curah hujan dengan intensitas  sedang hingga tinggi mulai mengguyur Sampit, Ibu Kota Kotim dalam beberapa minggu ini, sehingga rawan menyebabkan banjir.

Anggota DPRD Kotim Muhammad Idi, yang ikut kerja bakti mengungkapkan, pembersihan drainase yang dilakukan merupakan upaya pihaknya untuk menjaga agar saluran pembuangan tidak mampet.

Ini, karena sering hujan turun dengan intensitas tinggi sehingga drainase harus dilakukan normalisasi agar jalannya air lancar.

“Kawasan sini memang rawan banjir, sehingga perlu dilakukan kerja bakti untuk membersihkan selokan agar saat hujan lebat jalannya air lancar,” ujar Kader PKB Kotim ini.

Dikatakan dia, selama ini perbaikan jalan dan drainase yang ada di Jalan Antang Barat murni menggunakan dana swadaya dan belum ada sentuhan pemerintah.

“Untuk jalan tanah ini karena warga tidak ada anggaran saya turut membantu untuk penyediaan dananya, sehingga Alhamdulillah jalannya meski belum beraspal tapi sudah keras dan rata, sehingga masih enak dilewati kendaraan,” ujarnya.

Ditegaskannya, dia akan berusaha memperjuangkan Jalan Antang Barat bisa diaspal atau dilakukan pengerasan, termasuk  drainasenya bisa disiring beton. ” Saya akan perjuangkan untuk pembangunannya,” ujar Sekretaris Komisi IV DPRD Kotim yang membidangi infrastruktur ini.

Baca Juga :Reses di Kelurahan Baamang Sampit, Anggota DPRD Kotim Diminta Perjuangkan Perbaikan Jalan Poros Hingga Drainase

Baca Juga :Anggota DPRD Kotim Soroti Sarana Pendidikan Hingga Akses Jalan Kecamatan Seranau Tak Layak

Sementara itu, Ketua RT 43 Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Sampit, Mathali, mengatakan, kerja bakti dilakukan agar tidak terjadi banjir.

“Jika hujan lebat biasanya cukup banyak rumah warga kami yang kebanjiran, sehingga memasuki musim penghujan kami melakukan kerja bakti membersihkan selokan,” ujarnya.