KALIMANTANLIVE.COM — Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2025, banyak masyarakat mulai mencari tahu: apakah tanggal 28 Oktober termasuk libur nasional atau tetap masuk kerja dan sekolah?
Perayaan Hari Sumpah Pemuda selalu menjadi momen bersejarah dan penuh semangat nasionalisme. Tak jarang sekolah dan instansi memperingatinya dengan upacara bendera, lomba kebangsaan, hingga mengenakan kostum bertema perjuangan.
# Baca Juga :Babak Baru Skandal Whoosh! Mahfud MD Tantang KPK, Siap Bongkar Dugaan Mark Up Era Jokowi!
# Baca Juga :Terungkap! Ini Komentar Pedas Vinicius ke Lamine Yamal di El Clasico, Sindir Langsung di Lapangan!
# Baca Juga :Momen Hangat! Prabowo Gandeng Sultan Brunei Saat Turuni Tangga KTT ASEAN, Tuai Pujian Dunia
# Baca Juga :12 Asosiasi Umrah Siap Gugat Umrah Mandiri ke MK: “Ibadah Bukan Sekadar Transaksi Global!”
Namun, jawaban tegasnya: Hari Sumpah Pemuda bukan hari libur nasional alias bukan tanggal merah.
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri — Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PANRB — tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025, tidak ada penetapan tanggal 28 Oktober sebagai libur nasional.
Artinya, kegiatan belajar mengajar dan aktivitas perkantoran tetap berlangsung seperti biasa.
Satu-satunya jadwal libur nasional tersisa di tahun 2025 hanya pada bulan Desember, yaitu:
Kamis, 25 Desember 2025: Libur nasional Hari Raya Natal
Jumat, 26 Desember 2025: Cuti bersama Hari Raya Natal
Makna dan Sejarah Hari Sumpah Pemuda
Tanggal 28 Oktober 1928 menjadi tonggak penting dalam sejarah Indonesia. Pada hari itu, para pemuda dari berbagai daerah berkumpul dalam Kongres Pemuda Kedua yang digagas oleh Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI).
Pertemuan ini melahirkan ikrar persatuan nasional yang kita kenal hingga kini:
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Kongres Pemuda Kedua diselenggarakan di tiga lokasi berbeda di Batavia (Jakarta):
Gedung Katholieke Jongenlingen Bond,
Oost Java Bioscoop, dan
Indonesische Clubgebouw (Kramat No. 106).
Dari sinilah semangat persatuan dan nasionalisme Indonesia mulai menyala, menjadi fondasi perjuangan menuju kemerdekaan.







