PARIS, Kalimantanlive.com – Otoritas Prancis menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat dalam pencurian besar di Museum Louvre, Paris. Penangkapan dilakukan satu minggu setelah insiden pencurian perhiasan bersejarah dari koleksi peninggalan era Napoleon.
Jaksa Paris Laure Beccuau mengatakan penyidik dari Brigade Pemberantasan Bandit (BRB) berhasil melakukan penangkapan pada Sabtu malam (25/10).
BACA JUGA: PBB Desak Israel Patuhi Putusan Mahkamah Internasional soal Gaza
“Sepekan setelah pencurian di Louvre yang dilakukan kelompok terorganisasi, saya pastikan bahwa penyidik BRB telah melakukan penangkapan,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Media Prancis melaporkan, dua pria ditahan atas dugaan mencuri permata mahkota yang dipamerkan di Louvre. Salah satu pelaku disebut ditangkap di Bandara Paris saat berusaha melarikan diri ke luar negeri.
Beccuau mengkritik kebocoran informasi kepada media karena dapat menghambat penyelidikan yang melibatkan lebih dari seratus penyidik. Ia menegaskan informasi lebih lanjut baru akan disampaikan setelah masa penahanan para tersangka berakhir.
Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez memuji keberhasilan penyidik dan meminta publik menghormati kerahasiaan proses hukum.







