Perjanjian tersebut memudahkan kunjungan dan kegiatan pasukan kedua negara, termasuk latihan militer gabungan serta operasi bantuan bencana.
Sebagai perdana menteri perempuan pertama Jepang yang baru dilantik pada Selasa lalu, Takaichi juga menekankan komitmennya untuk memperkuat ekonomi dan infrastruktur Filipina.
Ia menambahkan bahwa Jepang akan membantu meningkatkan ketahanan pangan dengan menyediakan peralatan pengolahan beras pascapanen bagi negara tersebut.
Presiden Marcos menyampaikan apresiasi atas dukungan dan bantuan pembangunan resmi (ODA) dari Jepang, seraya menyerukan peningkatan kerja sama di berbagai bidang strategis lainnya.
Kedua negara juga akan memperingati 70 tahun normalisasi hubungan diplomatik pada tahun depan, bertepatan dengan masa kepemimpinan Filipina sebagai Ketua ASEAN.







