Perusahaan juga masih dibebani oleh tarif impor AS terhadap produk luar negeri, serta penurunan permintaan konsumen terhadap barang non-esensial seperti pakaian dan elektronik. Dalam laporan keuangan terakhir, Target tercatat mengalami 11 kuartal berturut-turut dengan penjualan stagnan atau menurun.
Langkah pemangkasan ribuan karyawan ini menjadi sinyal keras bahwa Target tengah berjuang keras menyelamatkan diri dari krisis berkepanjangan, sekaligus menandai babak baru dalam perjalanan korporasi ritel legendaris tersebut.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







