JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM — Fenomena stroke di usia muda kini makin mengkhawatirkan di Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap bahwa banyak warga usia di bawah 40 tahun kini terserang stroke, yang dulu umumnya dialami oleh kelompok lanjut usia.
“Bahkan yang mengalami stroke itu di bawah usia 40 tahun, yang tadinya kita menemukan pada usia-usia lansia atau di atas 50 tahun,” ungkap dr. Siti Nadia Tarmizi, Direktur P2PTM Kemenkes, di Jakarta Pusat, Senin (27/10/2025).
# Baca Juga :70 Ucapan Hari Sumpah Pemuda 2025 Paling Menggetarkan Jiwa! Penuh Semangat & Nasionalisme
# Baca Juga :BREAKING NEWS! Gempa Dahsyat M6,1 Guncang Turki Lagi, Bangunan Runtuh, Warga Panik!”
# Baca Juga :Juventus Dekati Luciano Spalletti untuk Gantikan Tudor, Negosiasi Panas, Kontrak Siap Teken!
# Baca Juga :Wayne Rooney Sindir Keras Van Dijk & Salah di Tengah Krisis The Reds, Mana Pemimpinmu, Liverpool?
Menurut dr. Nadia, pemicu utama tren mengerikan ini adalah meningkatnya kasus hipertensi (tekanan darah tinggi) yang kini banyak ditemukan di kalangan usia produktif.
“Prevalensi hipertensi cukup besar, sekitar 15–18 persen, bahkan lebih tinggi dari diabetes melitus,” jelasnya.
Kemenkes mencatat, banyak kasus hipertensi ditemukan di usia 30-an tahun. Penyebabnya? Gaya hidup tidak sehat yang makin marak di era serba digital.
“Konsumsi gula, garam, lemak tinggi, serta kebiasaan hidup sedentary — atau malas bergerak — jadi pemicu utamanya. Semua dimudahkan oleh teknologi, tapi dampaknya fatal bagi kesehatan,” tambah dr. Nadia.
Bahaya yang Mengintai Generasi Muda
Kondisi ini diamini oleh Prof. dr. Fatwa Sari Tetra Dewi, MPH, PhD, Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM. Ia menegaskan bahwa banyak anak muda tidak sadar dirinya menderita hipertensi, karena merasa tubuhnya masih sehat.
“Mereka tidak sadar, padahal tekanan darahnya sudah tinggi. Akibatnya, pencegahan dan penanganan sering terlambat,” ujar Prof. Fatwa.
Cara Mencegah Hipertensi Sejak Dini
Menurut Prof. Fatwa, pengendalian hipertensi paling efektif dilakukan sejak usia muda, dengan membangun perilaku hidup sehat sejak dini.
Berikut kebiasaan yang harus dihindari agar tidak jadi korban stroke muda:
Berhenti merokok – Rokok mempercepat kerusakan pembuluh darah.
Kurangi makanan tinggi lemak & garam – Pola makan buruk memperbesar risiko tekanan darah tinggi.
Perbanyak konsumsi sayur dan buah – Nutrisi alami bantu menstabilkan tekanan darah.







