Mengutip laporan World Intellectual Property Organization (WIPO), Indonesia kini menempati peringkat ke-55 dari 139 negara dalam Global Innovation Index (GII) 2025.
Posisi ini melonjak signifikan dibandingkan tahun 2021 yang berada di peringkat ke-87.
“Kita tidak boleh puas menjadi pengguna teknologi. Indonesia harus menjadi pencipta solusi. Dengan kolaborasi antara pemerintah, kampus, lembaga riset, dan industri, saya yakin kita bisa menjadi kekuatan inovasi baru di Asia,” tegasnya.
BACA JUGA: GEMPAR! Mayoritas Perceraian Kini Diajukan Istri, Tanda Runtuhnya Fondasi Rumah Tangga Tradisional!
Lebih lanjut, Brian menyampaikan bahwa penguatan ekosistem inovasi membutuhkan sinergi lintas sektor. Kemdiktisaintek, katanya, berkomitmen memperluas kerja sama dengan dunia usaha agar riset-riset di kampus fokus pada pemecahan masalah nyata.
“Kita ingin setiap universitas menjadi pusat inovasi terbuka yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.










